Popular Post

Popular Posts

Recent Comment

Widget By: FATHE™
Posted by : juanita Rabu, 04 Desember 2013

Bukan rahasia lagi jika Logan a.k.a The Wolverine adalah mutan paling menonjol dalam sejarah franchise X-Men. Pesonanya bukan hanya terletak pada kekuatan tulang belulang adamantium, termasuk cakar tajam ikonisnya itu atau juga healing ability-nya yang mampu membuatnya menjadi mahkluk abadi, namun dibalik semua ia sendiri adalah pribadi kompleks dengan kisah hidup panjang yang memang pantas dibuatkan spin-off- live action solo-nya, sesuatu yang tidak didapati bahkan oleh seorang Professor X atau Magneto sekalipun di mana keduanya sampai-sampai harus berbagi tempat dalam X-Men: First Class yang sesak.

Tetapi film pertamanya; X-Men Origins: Wolverine 2009 lalu itu terlalu lembek dan tumpul, bukan film yang pantas buat sang Wolverine, meskipun yah, ia cukup beruntung masih mampu membawa banyak Dollar pulang untuk modal sekuelnya.

Memilih The Wolverine sebagai tajuknya ketimbang Wolverine 2, sekuelnya yang juga merupakan instelemen ke-6 franchise X-Men ini jelas adalah perjudian besar Marvel mengingat film pertamanya tidak mendapatkan respon yang terlalu menggembirakan, taruhannya adalah nama Wolverine itu sendiri dan juga budget 125 juta Dollarnya, apalagi proyek ini sempat mengalami pukulan telak setelah mengalami penundaan akibat gempa dan tsunami Tohoku serta mundurnya Darren Aronofsky 2010 lalu hingga seperti yang kita tahu ada James Mangold yang akhirnya ditunjuk Marvel untuk menangani proyek ini.

Mungkin Arnofosky adalah pilihan bagus yang akan membawa The Wolverine ke level lebih tinggi atau mungkin sebaliknya, tetapi Mangold sendiri bukan sutradara kemaren sore, kita sudah melihat track recordnya, dari Girl, Intterupted, pemenang Oscar Walk the Line sampai 3:10 to Yuma, semua adalah film bagus, namun dunia superhero adalah ranah baru buat Mangold, salah melangkah bisa-bisa ia malah membuat The Wolverine menjadi sekonyol Knight and a Day.

Jadi apa yang dilakukan si Serigala pemarah ini di Jepang? Ia jelas tidak berlibur, mencari sushi segar atau berbelanja di kompleks pertokoan Shibuya. Settingnya terjadi paska The Last Stand, Logan masih terpukul atas kematian Jean Grey (Famke Janssen) yang selalu membayanginya di setiap mimpinya.

Lalu suatu hari ia bertemu Yukio (Rila Fukushima) yang membawanya ke Tokyo guna bertemu dengan Yashida (Haruhiko Yamanouchi) dan mengucapkan selamat tinggal kepada teman masa lalu yang pernah diselamatkannya yang kini tengah sekarat. Tetapi yang terjadi di sana adalah masalah baru yang melibatkan Yakuza dan mutant mematikan bernama Viper, plus kehadiran Mariko Yashida (Tao Okamoto), cucu Yashida yang membuat Logan jatuh hati.

Jika kamu membandingkannya dengan adaptasi live action Marvel lainya, The Wolverine mungkin masih belum menembus batasan parameter saudara-saudaranya itu, tetapi berkaca dari X-Men Origins: Wolverine, The Wolverine jelas mengalami perbaikan cukup signifikan di beberapa bagiannya meskipun yah ini juga bukan jenis film superhero yang bakal kamu kenang lama di kepala, namun setidaknya Mangold sudah melakukan pekerjaanya dengan cukup baik ketika mampu memberikan kesempatan buat karakter Logan berkembang lebih baik ketimbang seri pertamanya bersama narasi garapan trio Christopher McQuarrie, Mark Bomback dan Scott Frank yang diadaptasi dari komik Wolverine 1982-nya Chris Claremont dan Frank Miller.

Bagi beberapa penontonnya The Wolverine dirasa menderita terlalu banyak drama dan romansa untuk ukuran film superhero musim panas yang biasanya lebih didominasi dengan aksi spektakuler megah nan berisik. Namun itu sebenarnya bukan masalah besar, toh meskipun terasa generik plot The Wolverine masih lebih enak dinikmati ketimbang seri pertamanya dan Mangold sudah memberikan kesempatan buat karakter Logan yang bak Ronin untuk berkembang, memasuki dunia barunya yang asing, menjelajahi sisi traumatisnya paska The Last Stand yang ditandai dengan kemuculan Jean Grey dalam mimpi-mimpinya hingga ia bertemu Yukio yang sedikit banyak sudah menyebuhkannya dari banyak kehilangan besar termasuk kekuatannya.

Sementara sekuens aksinya juga tidak terlalu buruk sayang tidak semua momen pertarungannya mampu meninggalkan kesan seperti halnya pertarungan di atas kereta api yang melaju kencang itu, termasuk adegan puncaknya yang mempertemukan Logan dengan salah satu musuh besarnya, Silver Samurai berakhir terlalu cepat.

Ceritanya menjadi lembut dan lebih kelam, mungkin tidak cocok buat para penonton yang mencari sebuah sajian superhero musim panas seganas sosok sang pujaan, tetapi meskipun terlalu generik dan menawaarkan sedikit aksi, The Wolverine tampil lebih baik pada narasi dan pengembangan karakter sang Serigala yang terluka ketimbang seri pertamanya plus The Wolverine menjadi jembatan penting buat masa depan franchise X-Men kedepannya, khususnya X-Men: Days of Future Past 2014 nanti, ini bisa dilihat di mid-end credit scene-nya yang menampilkan sebuah kejutan besar.

 Download
Jenis: AVI
Resolusi: 320 x 176
Ukuran: 150 mb
Durasi: 2 Jam - 06 Menit - 08 Detik
Link:
The Wolverine Part 1 (83 mb)
The Wolverine Part 2 (67 mb)

Link Alternatif:
Part 1
Part 2

Source: DVDRip

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © 2013-2014 JusT 4 YoU™ - TANTEBOHAY™ - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -